"Cici" Sri Sumarni

Live life for a life. Love for love itself

Wirausaha atau Pekerja?

Euforia kewirausahaan ato istilah menterengnya entrepreneurship sudah sangat besar. Dimana-mana orang membicarakan soal ini, mulai dari keinginan berwirausaha, up grade level bisnis, forum dan komunitas bisnis ada dimana-mana. Status entrepreneur nampaknya memberikan prestis tersendiri di masyarakat. Mereka melihat pelaku wirausaha memiliki kebebasan dalam hal waktu dan mengambil keputusan. Kesuksesan materiil juga sering terpampang dalam lama-laman sosial media mereka. Padahal prosesnya bisa jadi sudah berdarah-darah, ada yang mulus-mulus saja sih namun hanya sebagian kecil.

Well, saya enggak mau ngomongin soal proses berdarah-darah menjadi pelaku usaha karena saya belum punya mengalaman berdarah-darah itu. Memulai usaha sendiri juga belum lama, meski nyesek beberapa kali sudah dirasa.

Saya kok agak gerah dengan euforia entrepreneurship yang berlebihan. Kayaknya maunya semua orang jadi pengusaha. Semua orang memiliki kemandirian finansial. Yaelaaaaah kalo semua jadi pengusaha, siapa yang jadi pekerjanya? Emang pekerja tidak bisa mencapai kebebasan finansial?

Kalau Anda punya passion jadi pengusaha (berbisnis, bukan sekedar berdagang), Anda merasa tertantang pada setiap ide bisnis yang muncul pada pikiran Anda, TERUSKAN PERJUANGAN ANDA! Saya suka sekali dengan mereka yang memiliki mental baja membangun usaha sendiri. Saya juga akan berguru kepada Anda, dari setipa langkah Anda membangun bisnis Anda dan cerita jatuh bangunnya.

Saya pernah bekerja, menjadi pekerja level biasa saja (bukan manager apalagi top manager). Saya menikmati masa-masa itu. Saya berusaha bekerja dan berkarya sebaik mungkin meski hasilnya belum tentu memuaskan semua pihak. Saya selalu kagum dengan mereka yang bekerja sepenuh hati, pada mereka yang berdedikasi pada pekerjaannya. Seminim apapun job desk Anda, itu sudah menyumbang roda kehidupan di bumi ini.

Kalau memang pekerjaan Anda tidak membebani kehidupa Anda, kalau memang pekerjaan Anda mencukupi kebutuhan hidup Anda dan yang paling penting kalau memang Anda menyukai pekerjaan Anda, jangan pernah merasa malu apalagi pesimis dengan masa depan Anda. Lakukan setiap detail pekerjaan Anda dengan sepenuh hati, penuh semangat.

Apapun yang Anda jalani, please don’t judge each other! Jangan saling merasa lebih dari yang lain! Kita tidak perlu bercita-cita menjadi kaya, berusaha dan berdo’a lah untuk menjadi CUKUP.

=====

Penulis sedang mencari rejeki melalui http://souvenirpernikahangaleriamanah.com/

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: