"Cici" Sri Sumarni

Live life for a life. Love for love itself

Di Sini Aku Ada

Haiiiiii….. lama sekali tidak berbagi cerita dan berita. November 2013, cerita terakhir ku di blog ini. Ada rasa sedih dan hampa setiap menatap laman blog ini. Begitu banyak hal terjadi di alam raya dan aku tidak mampu mengungkapkannya dalam barisan kata.

Jakarta, sudah ku tinggalkan berbulan lalu, tepatnya 8 April 2014. 4 bulan dilewati dengan penuh suka cita dan bahagia, di sini di sebuah kota kecil bernama Purwokerto. Mungkin tidak semua orang Indonesia tahu dimana letak kota kecil ini. Tak apa lah seperti halnya aku yang tak tahu adanya kota-kota lain di luar sana, di sisi Pulau Jawa yang lain atau di sisi Indonesia yang lain.

Belajar menjadi orang tua, menjaga, menemani, bermain dan bercanda dengan keponakan-keponakan, sungguh pengalaman luar biasa. Belajar bersama bagaimana mandi sendiri, menyikat gigi dengan benar, mengenali huruf, kata dan makna, berpakaian dengan sopan meski dia masih kanak-kanak. Dan sekarang aku tahu bagaimana cara membuatnya tidak merajuk dan merengek, yaitu melepaskannya, hanya manjadi mata dalam  hari-harinya.

Menikmati lalu-lalang kendaraan bermotor, becak, sepeda bahkan pejalan kaki di malam hari di Jl. Jend Sutoyo. Iya becak, sepeda dan pejalan kaki, maklumlah angkutan kota di sini tidak beroperasi hingga malam hari. Berasa aneh awalnya, terbiasa dengan kehidupan Jakarta yang tak pernah mati, di sini berasa sepi. Tapi tak apalah, setidaknya transisinya tidak terlalu ekstrim.

Berkenalan dengan orang-orang baru, tidak semua menjadi kawan memang  namun beberapa juga menjadi keluarga. Tetangga sekitar tempat ku tinggal, pelanggan warung  lesehan kakak ku, juga teman-teman seperjuangan mengusung salah satu kandidat Presiden yang in sha alloh akan menjadi Presiden RI ke 7, Joko Widodo.

Tidak terasa 4 bulan terlewati begitu cepat, tertegun saat membuka email ternyata 1 bulan full aku tidak membuka email. Tercengang saat membuka buku catatan, realisasi rencana-rencana yang sudah tersusun rapih di Jakarta mungkin hanya 1%. Miris banget. Tersadar, aku tidak boleh diam, aku harus bertindak. Merevisi rencana-rencana dan strategi ku, kembali mencorat-coret buku catatan ku, memutuskan untuk tinggal di tempat yang lebih kecil dari Purwokerto, Sumpiuh. Kembali ke rumah dimana hanya ada 2 orang tua yang belum lagi manja meski tetap harus dijaga.

Di sini aku berada, dengan segudang mimpi, khayalan, angan dan pengaharapan ku akan dunia.

Di sini aku berada dan mengada.

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: