"Cici" Sri Sumarni

Live life for a life. Love for love itself

Tidak Percaya ≠ Curiga

Pernahkah merasa tidak dipercaya? Pernahkah merasa dicurigai? Rasanya gimana? Hampir mirip-mirip ya? tapi sebenarnya berbada.

Pernah kan mengalami situasi saat Anda tidak dilibatkan dalam sebuah diskusi/ perbincangan bahkan tidak diijinkan untuk mendengar? Pernah kan Anda tidak diijinkan untuk mengakses beberapa hal dan hanya boleh hal-hal tertentu? Apakah mereka tidak percaya kepada Anda atau mereka mencurigai Anda?

Saya jadi ingat sebuah novel Ca-Bau-Kan, Tan Peng Liang – salah satu tokohnya pernah menasihati anaknya untuk tidak percaya pada orang lain apalagi orang yang baru dikenal, tapi juga tidak boleh curiga. Yang saya tangkap ketidakpercayaan membuat kewaspadaan, namun curiga membuat buta, tidak bisa melihat dengan teliti.

Saya mendapati bahwa kadang kepercayaan tidak diberikan pada orang yang memang tidak berhubungan alias “ga ada urusan”, namun juga untuk hal-hal yang tidak bisa dijelaskan mengapa, kita malah percaya pada orang yang sama sekali tidak tau apa-apa, tidak untuk semua hal tentunya.

Well, apapun itu, kita harus bisa memilih-milah pada siapa kita harus percaya, tidak percaya dan curiga. Kita juga harus menerima/ legowo manakala orang lain tidak mempercayai kita, bukan berarti mereka curiga mungkin hanya karena kita bukan orang yang tepat.

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: