"Cici" Sri Sumarni

Live life for a life. Love for love itself

Gaji Saya Juga Tidak Naik-Naik

Beberapa hari yang lalu kita dihebohkan oleh curcol (curhat colongan) Pak Presiden eS-Be-Ye soal gajinya. Beliaunya menyatakan gajinya selama 6-7 tahun ini yang tidak perah naik sebagai penyemangat bagi prajurit TNI, yang [katanya] selalu diusahakan peningkatan kesejahteraanya. Seketika itu media mempublikasikan, dan dalam sekejap berjuta-juta masyarakat Indonesia (pengguna internet khususnya) langsung menanggapi dengan berbagai kometar negatif (semua teman saya di jejaring sosial yang berkometar, memberi komentar negatif). Betapa tidak, media tidak kalah bodoh hanya menapilkan curcolnya Pak Presiden, dilampiri data-data yang akurat bahwa dana taktis Presiden mencapai milyaran rupiah dan masuk dalam urutan ke 3 tingkat kesenjangan gaji kepala Negara atas pendapatan perkapitanya. Yes, komentar negatif tentunya lebih menarik dan boombastis terlebih ditengah situasi ekonomi yang semakin sulit dan melambungnya berbagai harga kebutuhan pokok hingga tak terjangkau oleh kalangan bawah [miskin].

Sebagai warga Negara jelas saya kecewa dan miris mendengar curcol Pak Presiden. Bagaimana mungkin seorang Presiden mengeluarkan pernyataan yang sangat tidak produktif, ditengah situasi masyarakat yang sulit. Kalo gajinya ga pernah naik kok bisa asetnya selalu naik? Ah sudahlah, saya serahkan perdebatan lebih lanjut ke tokoh-tokoh politik di Senayan sana saja. Saya mau melihat sisi baliknya.

Sebagai sebuah pernyataan tunggal, kalimat yang diucapkan Pak Presiden tidak ada salahnya. Tentunya jika Anda seorang karyawan perusahaan tidak mengalami peningkatan gaji selama 6-7 tahun pastinya juga akan melakukan curcol yang sama. Tidak usah menunggu 6-7 tahun, 3 tahun saja pastinya Anda sudah mulai gusar dan nggerundel. Sementara biaya hidup terus meningkat setiap tahun, gaji dan tunjangan Anda tidak ada peningkatan.

Sayangnya dinegeri kita tercinta ini memang masih begitu banyak pekerja yang berpenghasilan minimal, pantas saja kelompok ini tidak akan pernah bisa menaikan derajat ekonominya, jika tidak pernah memiliki kemampuan investasi. Terlebih aturan main yang dianut mengenai Upah Minimum benar-benar setara dengan biaya hidup minimum.

Apakah gaji dan tunjangan setara dengan produktifitas?

Idealnya, gaji dan tunjangan setara dengan produktifitas, karena sejatinya itu adalah reward atas apa yang sudah Anda lakukan. Apakah Anda sudah demikian? Jangan-jangan Anda hanya menilai besaran gaji Anda dengan membandingkan dengan gaji orang lain yang jauh lebih tinggi tanpa melihat produktifitas Anda. Mari lihat kembali produktifitas kita masing-masing, apakah sudah maksimal atau belum? Jika memang apa yang Anda lakukan sudah maksimal tapi gaji plus tunjangan Anda mandeg, itu artinya Boss Anda yang rada-rada gila.

Satu lagi, saya agak panasaran, apakah ada karyawan yang berani menanyakan ke atasan mengapa gajinya tidak kunjung naik? Adakah? Bukan yang dengan cara berdemo bersama serikat buruh lho, tapi tahap sebelum itu?

Advertisements

Single Post Navigation

2 thoughts on “Gaji Saya Juga Tidak Naik-Naik

  1. seharusnya gaji memang diberikan setara dengan produktifitas pegawai-karyawan-pekerja sehingga bisa memacu untuk menghasilkan produktifitas yang lebih tinggi manakala menginginkan reward yang juga lebih tinggi. sehingga kompetisi antara pegawai-karyawan-pekerja yang satu dengan yang lainnya juga akan dengan mudah kentara dan pada akhirnya bisa menghasilkan sesuatu yang jauh lebih baik…

  2. tapi kalo mas eko pan dah ga gitu2 amat yak, produktif ato tdk gaji naik scr periodik, wuiiihhhh……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: