"Cici" Sri Sumarni

Live life for a life. Love for love itself

Kita-lah Si Penyumbang Sampah

Beberapa waktu lalu saat merapikan kamar kos yang cukup berantakan, aku menemukan tas-tas plastik bekas menggunung ditempat peyimpanan dengan tidak rapi. Biasanya aku suka melipat tas plastik dengan bentuk segi tiga hingga kecil, gampang dah nyimpenya dan tidak keliatan berantakan. Belakangan jadi males dan main masukin aja ke kantong besar dmn mereka aku kumpulkan. Kantong-kantong plastik itu terkumul dari pembungkus makanan, belanja di toko kelontong, mini market, supermarket, dan tempat laundry. Kalau kondisi masih bagus (td robek, terkena minyak) biasanya aku kumpulkan, harapanya bisa dipakai lagi suatu saat, buat bungkus barang, atau bungkus sampah.

Lama kulipat satu per satu kantong plastik tsb, dari yang kecil-kecil hingga yang besar-besar. Wow, kalau aku aja bisa nyimpen segini banyak orang lain pasti gitu jg, so kalau diumpulin bisa segunung kali yah. Padahal sampah plastik kan ga bisa teruarai dlm waktu singkat, dibuatnya juga pakai menguras isi bumi. Betapa kejamnya kita pada bumi ini. Teknologi terbaru sih katanya kantong plastik dapat teruai dalam waktu 3 tahun, heeemmmm… seneng dengernya. Tapi kalau dipikir-pikir tetep aja nyumbang sampah.

Sadar terlalu banyak nyimpen kantong plastik, dulu suka bawa kantong plastik di tas, jadi kalau pas beli-beli barang, ga perlu dikasih kantong lagi. tapi akhir-akhir ini sering kelupaan, jadi timbunan plastik makin menggunung. Biasanya kalau sudah menggunung, aku pilah-pilah, dan aku berikan ke pemilik warung makan langganan, beliaunya butuh dan aku ngurangin sampah dirumah. Tapi kalau dipikir-pikir itu cuma menyelesaiakan masalah q saja, tetep saja kantong plastik itu jadi sampah buat orang lain. Beberapa supermarket sudah mengkampanyekan “save the nature” dengan menyediakan tas belanja besar yang bisa dipakai setiap berbelanja, dan selalu ditawarkan oleh mba dan mas kasirnya. Namun tidak semua konsumen menyambut baik hal tersebut, mungkin karena harga tas tersebut yang cukup mahala (sekitar 10.000) sementara tas plastik biasa didapat dengan gratis di kasir. Mungkin kedepan, supermarket ini ga perlu nyediain kantong plastik aja kali yah, atau penggunaan kantong plastik dikenakan biaya tambahan. Well, niat baik selalu susah mewujudkanya yah.

Yukssss ikut “save the nature” mulai dari yang sederhana saja, yang pasti bisa dilakukan oleh setiap orang, bawa tas/ kantong sendiri saat berbelanja baik di warung, mini maket, maupun supermarket.

Advertisements

Single Post Navigation

2 thoughts on “Kita-lah Si Penyumbang Sampah

  1. plastik saat ini memang seakan tak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia, dengan alasan lebih praktis sebagian besar masyarakat lebih memilih menggunakan plastik… termasuk praktis untuk dibuang disembarang tempat. dengan mencoba hal-hal kecil seperti menyimpan plastik yang masih layak pakai untuk dipakai kembali di lain waktu semoga mampu mengurangi tumpukan sampah plastik…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: